FLY
Jumat, 25 November 2016
Program Kerja Kelurahan Kebonagung
PROGRAM KERJA KEGIATAN KELURAHAN KEBONAGUNG
KECAMATAN MAGETAN KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2016
KECAMATAN MAGETAN KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2016
- Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa dan Pelayanan surat menyurat diantara surat Keterangan penduduk, keterangan Kematian, Keterangan Kelahiran, SKCK, surat keterangan tanah, Keterangan waris, dll
- Program peningkatan sarana dan prasarana yang terdiri dari :
a. Program pengadaan perlengkapan Kantor
b. Pemeliharaan gedung kantor
c. Pemeliharaan alat alat kantor
d. Program Pembinaan dan pengembangan masyarakat
– Pembinaan lembaga lembaga kelurahan
– Pembinaan karangtaruna
– Pembinaan Linmas
– pembinaan kader posyandu, PKK, Guru TPA, Guru Paud dll
– Pembinaan Kelompok Tani
– Pembangunan sarana dan prasarana
– Pembangunan Gapuro di RW. III
– Pembangunan pagar dan makam di RW. III
– Perbaikan saluran RT I RW II
– Perbaikan Paving di RT. I RW. I, RT. II RW. I, RT. III RW. I dan RT. II RW. II Pembuatan jalan Sawah
– Pembinaan dan memotivisasi masyarakat berpartisipasi dal pembangunan Kelurahan
b. Pemeliharaan gedung kantor
c. Pemeliharaan alat alat kantor
d. Program Pembinaan dan pengembangan masyarakat
– Pembinaan lembaga lembaga kelurahan
– Pembinaan karangtaruna
– Pembinaan Linmas
– pembinaan kader posyandu, PKK, Guru TPA, Guru Paud dll
– Pembinaan Kelompok Tani
– Pembangunan sarana dan prasarana
– Pembangunan Gapuro di RW. III
– Pembangunan pagar dan makam di RW. III
– Perbaikan saluran RT I RW II
– Perbaikan Paving di RT. I RW. I, RT. II RW. I, RT. III RW. I dan RT. II RW. II Pembuatan jalan Sawah
– Pembinaan dan memotivisasi masyarakat berpartisipasi dal pembangunan Kelurahan
Sejarah Kelurahan Kebonagung
Desa Kebonagung (sekarang Kelurahan Kebonagung) termasuk bagian dari wilayah kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.
Desa Kebonagung dibatasi oleh :
Sebelah Utara : Sungai dan Kelurahan Sukowinangun
Sebelah Selatan : Sungai Gandhong dan Kelurahan Magetan
Sebelah Barat : Kelurahan Kepolorejo
Sebelah Timur : Kelurahan Tambran
Pada masa Magetan dipegang oleh Bupati Yosonegoro (Bupati pertama), Desa Kebonagung termasuk wilayah Ndalem Kabupaten. Beberapa bukti bahwa Kebonagung dahulu merupakan bagian dari wilayah Ndalem Kabupaten diantaranya adalah:
- Kelurahan Kebonagung sekarang ini, yang sebelah barat dahulu merupakan sebidang kebun yang luas sekali, yakni kebun Sampeyan Dalem Bupati Magetan. Oleh sebab itu daerah sebelah barat Kelurahan Kebonagung ini disebut KEBON DALEM. Dan istilah Kebon Dalem itu sampai sekarang masih dkenal dan disebut-rebut oleh masyarakat Magetan umumnya dan oleh penduduk Kebonagung khususnya. Tetapi karena Kebon Dalem ini sekarang dijadikan sebuah pasar. maka orang menyebut Pasar Kebon Dalem atau Pasar Baru sekarang ini.
- Kelurahan Kebonagung sekarang ini, yang sebelah timur dahulu merupakan tempat kediaman para putra dan putri serta keluarga Dalem Kabupaten Magetan. Atau pada jamannya disebut para GUSTI NGANTEN. Oleh karena itu daerah sebelah timur Kelurahan , Kebonagung ini disebut GUSTEN (singkatan dari Gusti Nganten). Sampai sekarang istilah Gusten ini masih dikenal dan disebut-sebut pleb penduduk setempat.
- Kelurahan Kebonagung sekarang ini, yang sebelah Tenggara (dibelakang bekas Gudang Garam Jalan A. Yani), dahulu merupakan sebuah Kebun Bunga (Taman Bunga, Taman Sari), Bunga apapun yang dapat hidup di Magetan ada di Taman Sari itu. sehingga taman itu demikian indah dan menarik. Dan taman bunga itu disebut SETAMAN. Hingga sekarang pun tempat itu oleh penduduk Kelurahan Kebonagung masih dikenal dan disebut-sebut sebagai Setamanan.
Nama-nama tempat seperti Kebon Dalem, Gosten dan Setamanan ini bagi masyarakat kelurahan Kebonagung masih merupakan istilah-istilafi yang diagung-agungkan dan merupakan nama kebanggaan. Maklumlah bagi masyarakat Magetan, istilahistilah yang masih berbau “keningratan” merupakan hal yang perlu dilestarikan. Dan budaya le’uhur yang diwariskan kepada generasi penerusnya ini seperti azimat dari nenek moyangnya yang harus dipegang teguh dan dilestarikan.
Apa sebab daerah itu dahulu dinamakan desa Kebonagung. Pada masa pemerintahan Bupati Yosonegoro, dimana wilayah ini masuk kawasan Ndalem Kabupaten Magetan, daerah itu merupakan lahan yang sangat padat ditumbuhi pepohonan dan merupakan sebuah kebun (Jw. KEBON) dan sangat luas (Jw. BAWERA, AGUNG). Sehingga banyak orang menyebut lahan tersebut “kebun yang luas sekali” (Jw. KEBON SING BAWERA, KEBON SING AGUNG).akhirnya sebutan kata KEBON dan AGUNG itu disatukan sehingga menjadi satu kata yakni “KEBONAGUNG”. Kata Kebonagung itu di sepakati oleh penduduk setempat menjadi nama daerah itu dan akhirnya menjadi nama desa KEBONAGUNG sampai sekarang ini. Peristiwa itu terjadi ratusan tahun yang lalu, dimana lahan-lahan disini masih banyak yang ditumbuhi pepohonan semacam hutan.
Dikelurahan Kebonagung sebelah barat Pasar Baru atau Pasar Kebon Dalem, terdapat sebuah makam seorang prajurit yang sangat sakti. Tetapi siapa nama sebenarnya parjurit itu dan dari mana asal usul mereka, tidak ada yang mengetahui. Karena kesaktian dan kecerdasannya yang !uar biasa, sehingga mereka terkenal dengan sebutan bahasa Jawa : “Kepinteranc Sundhul Langit”. Karena istilah itu, orang-orang menyebut saja dengan mudah terhadap makam itu, yakni Makam Mbah Sundhul atau Makam So Sundhul. Makam itu sudah digeser kcarah utara tidak jauh dan tempat semula. Makam yang dilindungi bangunan cungkup ini oleh masyaralcat setempat khususnya dan oleh warga Magetan umumnya dikeramatkan dan sekaligus dijadikan Pundhen Kelurahan Kebonagung. Sudah barang tentu setiap tahun dan bulan yang keramat, masyarakat mengadakan upacara tradisional berupa bersih desa ke pundhen Mbah Sundhul tersebut. Mereka mengadakan selamatan dengan bermacam-macam makanan, dan tidak lupa menyediakan ubarampe sesaji yang diperlukan. Disamping upacara bersih desa itu di lengkapi bermacam-macam makanan, juga di meriahkan dengan acara kesenian. Jenis kesenian tradisional yang digemari masyarakat setempat adalah tayuban dan pagelaran wayang -kulit. Anda ingin mengetahui ceritera tentang Mbah Sundhul, bacalah buku berjudul : MBAH SUNDHUL, yang ditulis oleh penulis ini pula. Pada waktu itu pemerintahan desa masih dipegang/dikuasakan kepada seorang Demang lelurahing bekel, saemper asisten wedono). Demang pertama kali yang diangkat Bupati untuk memimpin desa Kebonagung adalah Demang Wirosono. Pada tahun 1886 jabatan Demang dikuasakan kepada seorang Kepala Desa dan juga Wirosono yang ditunjuk sebagai Kepala Desa. Demang/Kepala Desa Wirosono adalah orang yang cukup trampil dan bijaksana. Mereka berhati sabar dan dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu masyakarat yang. dipimpinnya sangat sayang Lepadanya. Mereka cukup berhasil membangun desa baru yang dipercayakan oleh Bupati Magetan. Sayangnya baru memimpin desa Kebonagung selama 10 tahun, Wirosono tneninggal dunia. Atas meninggalnya Wirosono ini, Bupati memerintahkan kepada Polisi Dalent Kabupaten untuk mencari pengganti Demang Wirosono sebagai Kepala Desa Kebonagung. Dan yang ditunjuk sebagai Kepala Desa Kebonagung yang baru adalah Sastro Jagal. Mereka juga termasuk orang yang cukup mampu memimpin desa dan sabar melayani masyarakat. Namun baru sembilan tahun memegang jahatan Kepala Desa, juga sudah meninggal dunia.
Yang diketahui mereka-mereka yang berkuasa/menjadi Demang/menjadi Kepala Desa di Kebonagung secara berturut-turut adalah :
- Demang Wirosono : th. 1886 — 1896
- Sastro Jagal : th. 1896 – 1905
- Poerwodihardjo : 1905 – 1917
- Reso Midin : th. 1917 – 1924
- Martodirdjo : 1924 – 1929
- Kasan Salim : th. 1929 – 1945
- Mangun Atmojo : th. 1945 – 1948
- Hardjo Sentono : th. 1949 — 1950
(masa pendudukan Belanda) - Hardjo Soedarlan : th. 1950 – 1979
- Marsono : 1980 1987
- Muslim S.Sos : th. 1987 – 1999
- Sukirno : th. 1999 – 2001
- Jaino : th. 2001 — 2003
- Wasit Prasetyo, S.Sos : th. 2003 — 2005
- Marsidi : th. 2005
- Sukarna, S.Sos : th. 2015 – Sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)